Adakah Doa yang Disunnahkan Dibaca Saat Cuaca Sangat Dingin atau Panas?

Adakah Doa yang Disunnahkan Dibaca Saat Cuaca Sangat Dingin atau Panas?

Adakah Doa yang Disunnahkan Dibaca Saat Cuaca Sangat Dingin atau Panas?

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Afwan Ustadz. Saat cuaca sangat dingin/panas, adakah lafadz dzikir atau doa yang disunahkan dibaca ?

Jazaakallohu khoyron Ustadz

(Disampaikan oleh Fulanah, Sahabat BiAS T06)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Kami belum mengetahui keberadaan doa atau dzikir khusus dibaca pada saat cuaca panas atau dingin yang disebutkan dalam  dalil agama, baik Al-Qur’an maupun As-Sunnah. Ada satu riwayat dengan redaksi sebagai berikut :

( إِذَا كَانَ يَوْمٌ حَارٌّ ، أَلْقَى اللَّهُ تَعَالَى سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ إِلَى أَهْلِ السَّمَاءِ وَأَهْلِ الْأَرْضِ ، فَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ : ( لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ) ، مَا أَشَدَّ حَرَّ هَذَا الْيَوْمِ ! اللَّهُمَّ ! أَجِرْنِي مِنْ حَرِّ جَهَنَّمَ ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِجَهَنَّمَ : إِنَّ عَبْداً مِنْ عِبَادِي اسْتَجَارَنِي مِنْكِ ، وَإِنِّي أُشْهِدُكِ أَنِّي قَدْ أَجَرْتُهُ . فَإِذَا كَانَ يَوْمٌ شَدِيدُ الْبَرْدِ ، أَلْقَى اللَّهُ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ إِلَى أَهْلِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ، فَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ : ( لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ) ، مَا أَشَدَّ بَرْدَ هَذَا الْيَوْمِ ! اللَّهُمَّ ! أَجِرْنِي مِنْ زَمْهَرِيرِ جَهَنَّمَ ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِجَهَنَّمَ : إِنَّ عَبْداً مِنْ عِبَادِي اسْتَجَارَنِي مِنْ زَمْهَرِيرِكِ ، وَإِنِّي أُشْهِدُكِ أَنِّي قَدْ أَجَرْتُهُ . فَقَالُوا : وَمَا زَمْهَرِيرُ جَهَنَّمَ ؟ قَالَ : بَيْتٌ يُلْقَى فِيهِ الْكَافِرُ ، فَيَتَمَيَّزُ مِنْ شِدَّةِ بَرْدِهَا بَعْضُهُ مِنْ بَعْضٍ )

“Jika hari begitu panas, Allah ta’ala lantas mengarahkan pendengaran dan pandangannya kepada penduduk langit dan penduduk bumi. Apabila seorang hamba mengucapkan ‘Lailahaillallah Ma Asyadda harra hadzal yaumi, Allahumma Aajirni min harri Jahannam‘ (alangkah dahsyatnya panas hari ini, ya Allah lindungilah kami dari panasnya neraka Jahannam).

Lantas Allah ta’ala berkata kepada neraka Jahannam : “Sesungguhnya diantara hamba-Ku ada yang meminta perlindungan dari panas nya engkau hai neraka, dan aku bersaksi kepadamu bahwa aku telah melindunginya dari panas tersebut”.

Jika hari begitu amat dingin, Allah mengarahkan pendengaran dan pandangan-Nya kepada penduduk langit dan bumi. Apabila seorang hamba mengucapkan ‘Laa ilaha illallah, maa asyadda barda hadzal yaum. Allahumma aajirni min zamharir jahannam’. Allah Ta’ala kemudian berfirman kepada jahannam, “Sesungguhnya di antara hamba-Ku, meminta perlindungan pada-Ku dari dingin bekumu, dan aku bersaksi padamu bahwa aku telah melindungi dari dingin tersebut.”

Mereka berkata, ‘Apa itu zamharir jahannam?’. Dia menjawab, ‘Itu adalah rumah yang orang kafir dilemparkan di dalamnya, lantas mereka terasing karena sangat dinginnya.’ “
(HR Ibnu Sunni dalam Amalul Yaumi Wal Lailah : 100/301, Baihaqi dalam Asma’ Was Sifat : 177-178).

Hanya saja riwayat ini dinyatakan sebagai riwayat yang lemah oleh para ulama diantaranya oleh Imam Muhammad Nashiruddin Al-Albani di dalam Silsilah Ahadits Adh-Dha’ifah : 6428.

Akan tetapi kita membaca doa umum tatkala mendapati satu kondisi yang tidak menyenangkan sebagaimana disebutkan dalam riwayat sebagai berikut :

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا رَأَى مَا يُحِبُّ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ ». وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

“Dari Aisyah, kebiasaan Rasulullah jika menyaksikan hal-hal yang beliau sukai adalah mengucapkan “Alhamdulillah alladzi bi ni’matihi tatimmus shalihat”. Sedangkan jika beliau menyaksikan hal-hal yang tidak menyenangkan beliau mengucapkan “Alhamdulillah ‘ala kulli haal“.
(HR Ibnu Majah : 3803, dishahihkan oleh Imam Al-Albani dalam Shahihul Jami’).

 

Wallahu a’lam
Wabillahit taufiq

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al Bayati, حفظه الله تعالى
Kamis, 8 Dzulqodah 1440 H / 11 Juli 2019 M



Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله 
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS