Adakah doa Agar Dipermudah Poligami bimbingan islam
Adakah doa Agar Dipermudah Poligami bimbingan islam

Adakah doa Agar Dipermudah Poligami?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang baik hati berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang adakah doa agar dipermudah poligami?
Silahkan membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah Azza wa Jalla selalu menjaga Ustadz & keluarga.

Ada sebuah pertanyaan, apakah ada doa dari Nabi shalallahu alaihiwasallam untuk meminta agar dipemudah keinginan untuk poligami?

Syukron, Barakallahufiikum…

(Disampaikan oleh Fulan, sahabat BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du
Ayyuhal  Ikhwan wal Akhwat baarakallah fiikum Ajma’in.

Kami tidak mengetahui tentang adanya doa dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam untuk meminta agar dipermudah keinginan untuk poligami. Tetapi yang ada adalah perintah berbuat baik dan adil serta doa berlindung dari berbuat zhalim dan dizhalimi orang lain.

Hati-hati! keinginan itu adalah syahwat yang dapat mengantarkan kepada jurang, bedakan dengan kebutuhan mendesak, yang tidak bisa dihindari (Syarat dan Ketentuan berlaku).

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُ بِٱلْعَدْلِ وَٱلْإِحْسَٰنِ وَإِيتَآئِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ وَٱلْبَغْىِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”
(QS. An-Nahl: 90).

Sejatinya Allah Yang Maha Adil memerintahkan keadilan pada hamba-hamba-Nya dengan menunaikan hak-hak Allah Ta’ala dan hak-hak para hamba, tidak mengutamakan seseorang di atas orang lain dalam hukum kecuali karena satu hak yang mengharuskan demikian atau karena ketidaksanggupannya secara fitrah.

Tidak Sanggup Berbuat Adil Secara Fitrah Untuk Masalah Hati

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلَا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ وَإِنْ تُصْلِحُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. An Nisa’: 129).

Sikap adil yang dituntut dari seorang suami di sini adalah adil dalam jatah bermalam, adil dalam memberi nafkah; sandang, pangan dan papan. Di sini yang dituntut bukanlah adil dalam kecenderungan hati, sebab manusia tidak mampu menyamakan kecenderungan hatinya.

Wallahu Ta’ala A’lam.

 

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Kamis, 11 Syawal 1441 H / 04 Juni 2020 M



Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini