Ada Hadits Boleh Jihad Tanpa Pemimpin, Apa Benar?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang baik hati berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang ada hadits boleh jihad tanpa pemimpin, apa benar?
Silahkan membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah Azza wa Jalla selalu menjaga Ustadz & keluarga.

Ustadz, mau tanya biar lebih jelas, kenapa banyak kaum jihadis yang menjadikan hadits mengenai abu bashir dan abu jandal membunuh dan merampas harta kafilah qurasy ketika perjanjian hudaibiyah masih berjalan belum berakhir, sebagai dasar jihad tanpa ijin waliyul amr atau pemimpin, shahihkah?
Bagaimana penjelasannya?

(Disampaikan oleh Fulan, penanya di media sosial BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du
Ayyuhal  Ikhwan wal Akhwat baarakallah fiikum Ajma’in.

Fatwa Syaikh Prof Dr Shalih Al Fauzan

Baca Juga:  Bekerja Di BUMN, Apa Boleh Menerima Uang Bonus Dari Vendor?

شبهة حول جهاد أبي بصير

Syubhat tentang jihad abu bashir

السؤال: ما رأي فضيلتكم فيمن يستدل ﻋﲆ عدم إذن الإمام بالجهاد بقصة أبي بصير؟

Pertanyaan: apa pendapat anda tentang orang yang berdalil dengan kisah abu bashir bahwasanya tidak perlu izin imam/pemerintah dalam berjihad.

الجواب: أبو بصير ماهو في قبضة الإمام، أبو بصير كان في قبضة الكفار وﰲ ولايتهم، فهو يريد أن يخلص نفسه من الكفار وليس هو ﲢﺖ ولاية الرسول ﷺ لأن الرسول ﷺ رده ﳍﻢ بموجب العهد والصلح الذي جرى، أن من جاء من المسلمين فإنه يسلمه للكفار، فالرسول ﷺ وفَّى بهذا العهد وردهم، والرسول توكل ﰲ الله واعتقد أن الله سيجعل ﳍﻢ فرجاً ومخرجاً فأبو بصير كان ﲢﺖ سلطة الكفار وهو يريد التخلص منهم وليس هو ﰲ بلاد المسلمين أو تحت قبضة ولي الأمر

Jawaban :

Baca Juga:  Menyoal Aplikasi Vtube, Halal Atau Haram?

Abu bashir saat itu tidak berada dalam kekuasaan imam, Abu Bashir saat itu berada dalam kekuasaan orang kafir dan dia ingin melepaskan dirinya dari orang- orang kafir dan beliau tidak berada dalam kekuasaan Rasulullah karena Rasulullah telah mengembalikannya kepada orang-orang kafir akibat konsekuensi perjanjian (hudaibiyah) yang sedang berlangsung saat itu bahwasanya barang siapa yang datang yaitu orang-orang islam (dari mekkah) maka harus diserahkan kepada orang kafir (quraisy) dan Rasulullah memenuhi janji ini dan mengembalikan Abu Bashir ke mereka.

Rasulullah tawakkal kepada Allah dan yakin bahwa Allah akan memberikan jalan keluar. Maka (kesimpulannya) Abu bashir saat itu dalam kekuasaan orang-orang kafir dan ingin terlepas dari mereka dan beliau tidak berada dalam negeri kaum muslimin, tidak pula berada dalam kekuasaan waliyul amri (imam).

BACA JUGA
Baca Juga:  Bagaimana Hukum Orang Tua Mengambil Uang atau THR yang Diberikan Pada Anak?

Wallahu Ta’ala A’lam.

 

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Muhammad Taufiq حفظه الله
Jumat, 13 Syawal 1441 H / 05 Juni 2020 M



Ustadz Muhammad Taufiq حفظه الله
Beliau adalah Mahasiswa di Universitas Islam Madinah (UIM)

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Taufiq حفظه الله تعالى klik disini