6 Kumpulan Hadits Cinta Paling Istimewa bimbingan islam
6 Kumpulan Hadits Cinta Paling Istimewa bimbingan islam

6 Kumpulan Hadits Cinta Paling Istimewa

Manusia merupakan makhluk yang dianugerahi Allah ﷻ dengan rasa cinta. Rasa cinta tersebutlah yang menggerakkan seorang hamba untuk beraktivitas dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana dikatakan oleh Syaikhul islam Ibnu Taimiyyah:

وأصل كل فعل وحركة في العالم من الحب والإرادة فهو أصل كل فعل ومبدؤه

“Sebab semua perbuatan dan pergerakan yang ada di alam berasal dari rasa cinta dan keinginan”, cinta adalah dasar setiap perbuatan dan permulaannya.”
(Qaidah fil mahabbah hal. 7).

Oleh karenanya, islam tidak melarang adanya rasa cinta pada diri manusia, namun islam mengarahkan agar rasa cinta tersebut mendatangkan kebahagiaan bukan kesengsaraan. Banyak hadits-hadits rasulullah ﷺ yang membahas perihal cinta, diantaranya:

1. Cinta kepada Allah ﷻ merupakan puncak cinta.

Rasulullah ﷺ bersabda:

ثلاث من كن فيه وجد حلاوة الإيمان من كان اللّه ورسوله أحب إليه مما سواهما ومن أحب عبدا لا يحبه إلا للّه ومن يكره أن يعود في الكفر بعد إذ أنقذه اللّه كما يكره أن يلقى في النار

“Tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang, maka dia akan merasakan manisnya iman: cintanya kepada Allah dan rasul jauh lebih besar daripada cinta kepada selainnya, tidaklah dia mencintai seseorang kecuali karena Allah, dia benci kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan dirinya sebagaimana dia tidak suka dicampakan ke dalam api”
( HR. Bukhari : 16, Muslim : 43).

2. Tidak ada yang mengalahkan besarnya cinta Allah kepada hambaNya.

Pernah suatu ketika rasulullah ﷺ melihat seorang wanita kebingungan mencari anak bayinya, lantas rasulullah ﷺ bersabda kepada para sahabatnya:

أتُرَوْنَ هذِه طَارِحَةً ولَدَهَا في النَّارِ؟

“Apakah menurut kalian ibu ini mau mencampakkan anaknya ke dalam api?”

Para sahabat pun menjawab:

لَا، وهي تَقْدِرُ علَى أنْ لا تَطْرَحَهُ

“Tidak, dia tidak akan tega melakukan hal tersebut.”

Rasulullah ﷺ pun bersabda:

لَلَّهُ أرْحَمُ بعِبَادِهِ مِن هذِه بوَلَدِهَا

“Sesungguhnya rasa sayang Allah ﷻ kepada hambaNya jauh lebih besar daripada rasa sayang ibu tersebut kepada anaknya”.
(HR. Bukhari : 5999).

3. Cinta kepada rasulullah ﷺ harus lebih didahulukan daripada orang lain.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحب إليه من ولده ووالده والناس أجمعين

“Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai diriku lebih ia cintai daripada anaknya, orang tuanya, dan seluruh manusia.”
(HR. Bukhari : 32. Muslim: 33).

Suatu hari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata kepada rasulullah ﷺ bersabda:

يا رسول الله! لأنت أحب إلي من كل شيء إلا من نفسي

“Duhai rasulullah, dirimu lebih aku cintai dari apapun kecuali diriku.”

Rasulullah ﷺ bersabda:

لا، والذي نفسي بيده، حتى أكون أحب إليك من نفسك

“Tidak, demi Dzat yang jiwaku berada ditanganNya, sampai aku lebih engkau cintai bahkan dari dirimu sendiri.”

Maka Umar pun menjawab:

فإنه الآن والله لأنت أحب إلي من نفسي

“Demi Allah, Sesungguhnya sekarang dirimu lebih aku cintai bahkan daripada diriku sendiri”.

Nabi ﷺ pun mengatakan:

الآن يا عمر

“Sekarang ya Umar (Imanmu sempurna).”
(HR. Bukhari : 6632).

4. Mencintai orang yang beriman adalah salah satu kunci masuk surga.

Rasulullah ﷺ bersabda:

والذي نفسي بيده، لا تَدْخلوا الجنة حتى تُؤْمنوا، ولا تؤمنوا حتى تحابُّوا، أوَلا أدلُّكم على شيء إذا فعلتموه تحاببتم؟ أفشوا السلام بينكم

”Demi Dzat yang jiwaku berada ditanganNya, kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan cara agar kalian saling mencintai? sebarkanlah salam diantara kalian”.
(HR. Muslim : 54).

5. Cinta sahabat رضي الله عنهم adalah tanda keimanan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

آيَةُ الإيمانِ حُبُّ الأنْصارِ، وآيَةُ النِّفاقِ بُغْضُ الأنْصارِ

“Tanda keimanan adalah mencintai orang – orang anshar (sahabat nabi yang menunggu rasulullah ﷺ dan muhajirin di madinah), sedangkan membenci mereka adalah tanda kemunafikan.”
(HR. Bukhari : 3784).

6. Mencintai kebaikan untuk saudara seiman adalah tanda kesempurnaan iman.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لا يؤمن أحَدُكم حتى يحب لأخيه ما يحبُّ لنفسه

“Tidak beriman salah seorang diantara kalian sampai dia mencintai untuk saudaranya sebuah kebaikan yang ia cintai untuk dirinya sendiri”.
(HR. Bukhari : 13).

Itulah beberapa hadits nabi ﷺ yang membahas tentang cinta. Dasar kecintaan seorang muslim adalah mencintai Allah ﷻ, diatas kecintaan kepada Allah lah hendaknya seorang muslim membangun cintanya kepada orang lain. Seorang muslim akan mencintai segala sesuatu yang dicintai Allah, dan akan membenci segala sesuatu yang dilarang oleh Allah ﷻ.

Wallahu a’lam

Ditulis oleh:
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
(Kontributor bimbinganislam.com)



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini