page hit counter

5 Petunjuk Nabi Dalam Merajut Ukhuwah (bagian 2)

5 Petunjuk Nabi Dalam Merajut Ukhuwah (bagian 2)

5 Petunjuk Nabi Dalam Merajut Ukhuwah (bagian 2)

Membantu dan Melindungi Sesama Muslim

Artikel kali ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya, 5 Petunjuk Nabi Dalam Merajut Ukhuwah (bagian 1). Kita sebagai muslim selayaknya berusaha merajut ukhuwah kepada muslim lainnya sehingga terjalin ikatan yang kuat diantara kaum muslimin. Berikut poin lanjutan dari cara yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tuntunkan guna terajutnya ikatan ukhuwah yang kokoh:

Kedua, Tidak Menyerahkan Seorang Muslim Kepada Musuh

Tidak menyerahkan seorang muslim kepada musuhnya, demikian pula tidak membiarkan seseorang muslim ke tangan orang yang hendak menzhaliminya. Misalnya ada saudara kita sesama muslim yang hendak bekerja pada seseorang, dan kita tahu bahwa orang sang calon majikan ini adalah orang yang zhalim dalam bermuamalah kepada pekerjanya, sering menghina, pembayaran gaji sering ditahan bahkan sering menyakiti fisik. Maka dalam kondisi seperti ini, kita tidak boleh membiarkan saudara kita sesama muslim tadi bekerja pada calon majikan yang zhalim itu, kita wajib memberitahunya tentang tabiat buruk calon majikan sehingga dia tidak terzhalimi. Apabila yang terjadi justru sebaliknya, kita biarkan kita bekerja pada majikan yang zhalim padahal kita tahu, akan rusaklah ukhuwah. Saudara kita ini akan kecewa dengan kita karena kita mungkin dianggap ingin menjerumuskannya padahal seorang mukmin wajib menginginkan kebaikan untuk saudaranya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidak sempurna iman kalian sampai ia mencintai kebaikan untuk saudaranya sebagaimana ia mencintai kebaikan itu untuk dirinya sendiri.” (HR. Al-Bukhari no. 13 dan Muslim no. 45)

Ketiga, Memenuhi Hajat Kebutuhan Sesama Muslim

“Hajat” adalah kebutuhan yang diperlukan seorang muslim untuk menyempurnakan kehidupannya. Hal ini berbeda dengan istilah “darurat” yang merupakan sesuatu yang diperlukan seorang muslim untuk kelangsungan hidupnya. Pada kondisi “darurat” kita wajib menolong sesama muslim, berdosa jika kita tidak menolongnya padahal kita mampu. Misalnya ada seorang muslim yang sangat kehausan, dia bisa mati jika tidak minum air dan kita memiliki air, maka kita wajib menolongnya dengan memberi air yang kita punya. Adapun “hajat” adalah untuk menyempurnakan kehidupan seorang muslim walaupun tanpa “hajat” tersebut dia tetap bisa hidup, memenuhinya adalah sunnah yang dianjurkan. Misalnya seorang kawan kita sesama muslim hendak melangsungkan pernikahan, maka sebagai seorang muslim kita tergerak membantunya walaupun tanpa diminta, bisa dengan materi, tenaga atau keahlian yang kita punya.

Membantu hajat kebutuhan seorang muslim, sangat ditekankan dalam agama kita. Jika hal ini dilakukan oleh setiap muslim, tentu akan mempererat ukhuwah kaum muslimin. Dan bukan main-main, beliau memotivasi pengikutnya untuk memenuhi hajat saudaranya dengan sebuah balasan yang agung:

كَانَ اللهُ فِي حَاجَتِهِ

“Allah akan memenuhi hajat kebutuhannya.”

Allahu Akbar! Kalau Allah yang memenuhi hajat kebutuhan kita, maka tak akan lagi kita merasa kekurangan. Maka bersemangatlah mengamalkan poin ini dengan apa yang kita punya dan berharaplah balasan kebaikan dari Allah Yang Maha Bersyukur. Jangan sekali-kali kita mengharapkan balasan dari saudara kita yang kita bantu tersebut sebab boleh jadi kita akan kecewa.

Keempat, Melapangkan Kesulitan Sesama Muslim

Kesulitan (Al-Kurbah) adalah sesuatu yang menyempitkan dan memberatkan seorang muslim, membuat dia merasa resah dan gelisah. Kesulitan ini bisa berupa fisik, bisa berupa non fisik, bisa juga berupa finansial atau yang lainnya. Maka cara melapangkan kesulitan seorang muslim juga beragam, tergantung kesulitan apa yang dia hadapi. Jika dia kesulitan secara fisik misalnya ada seorang yang mobilnya mogok di tengah jalan, maka kita bisa membantunya dengan membantu mendorong atau membawakan montir untuknya. Jika seorang muslim sedang merasa gelisah karena hendak menghadapi ujian, maka kita bisa membantunya dengan menyampaikan perkataan-perkataan yang menumbuhkan optimisme dan menasihatinya untuk senantiasa bertawakal kepada Allah. Jika seorang muslim sedang kesulitan finansial, kita bisa membantunya dengan uang jika kita punya. Dan lain sebagainya, kita bantu sesuai kesulitan yang dihadapinya.

Jika sikap empati ini berkembang antara kaum muslimin, sungguh akan menjadi kekuatan besar bagi umat Islam. Secara pribadi, seorang yang memliki sikap ini pun akan mendapatkan balasan besar sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sampaikan:

وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللهُ عَنْهُ بِهَا كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Barang siapa melapangkan seorang muslim dari satu kesusahan, maka Allah akan melapangkannya dari kesusahan di hari kiamat.”

Betapa besar pahalanya! Allah akan melapangkannya dari kesusahan di hari kiamat. Hari kiamat adalah hari setelah kematian, maka siapa di antara kita yang tidak akan melalui hari tersebut? Tidak ada, semua kita pasti mati dan akan merasakan hari kiamatnya masing-masing walaupun tidak merasakan kiamat besar di waktu alam semesta ini berakhir.

Kesulitan demi kesulitan akan dihadapi oleh manusia setelah kematiannya, penantian di alam kubur, hari kebangkitan, di padang mahsyar, menghadapi pengadilan hari kiamat, ditimbangnya amalan, melewati shirath, dan masa-masa sulit lainnya. Sungguh kita sangat memerlukan sesuatu yang bisa meringankan kita di masa-masa sulit tersebut. Inilah salah satu amalan yang disebut oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bisa meringankan kesulitan-kesulitan yang dihadapi manusia di masa-masa itu.

Bersambung klik disini

Ditulis Oleh:
Ustadz Amrullah Akadhinta حفظه الله
(Kontributor Bimbinganislam.com)

 

 



Ustadz Amrullah Akadhinta حفظه الله
Beliau adalah Sekretaris jenderal KIPMI, direktur operasional BimbinganIslam (BiAS), direktur TwitUlama, dan aktif di yayasan dan lembaga lainnya.
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Amrullah Akadhinta حفظه الله  
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS