Ibadah

4 Cara Taubat Nasuha Dari Dosa Jariyah

Mahad Bimbingan Islam (BIAS) belajar Islam terstruktur

4 Cara Taubat Nasuha Dari Dosa Jariyah

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan pembahasan tentang 4 cara taubat nasuha dari dosa jariyah. Selamat membaca.


Pertanyaan:

Bismillah. Assalamu’alaikum ustadz. Afwan ijin bertanya. Dulu saya pernah membuat skripsi tentang pengaruh musik klasik untuk kecerdasan.

Saya membuatnya asal-asalan, banyak copy paste dan manipulasi data agar hipotesis diterima. Sekarang saya menyadari bahwa musik haram dan cara saya juga salah dalam membuat skripsi tersebut.

Pertanyaan saya bagaimana cara saya bertobat dari hal tersebut? mengingat skripsi tersebut disimpan di perpustakaan kampus dan bisa jadi dibaca oleh orang lain.

Saya takut itu menjadi dosa jariyah untuk saya. Mohon nasihatnya ustadz? Jazakallahu khairan.

(Ditanyakan oleh Santri Kuliah Islam Online Mahad BIAS)


Jawaban:

Daftar Grup WA Bimbingan Islam Gratis

Wa’alaikumsalam warahmatullah wabaarokatuh

Semoga Allah memberikan kepada Anda dan kepada kita semua hidayah dan istiqomah di dalam mendapatkan ridhoNya.

Alhamdulillah dan kenikmatan yang tiada tara ketika Allah memberikan kepada kita hidayah ilmu dan kebenaran dengan apa yang telah sebelumnya yang kita lakukan dari kesalahan.

“Barangsiapa yang melakukan suatu perbuatan yang hasanah (baik) dalam Islam maka baginya pahala dari perbuatannya itu dan pahala dari orang yang melakukannya sesudahnya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Barangsiapa yang melakukan suatu perbuatan yang buruk, maka baginya dosanya dan dosa orang yang melakukan sesudahnya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” (HR. Muslim).

Mereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada Hari Kiamat, dan memikul dosa-dosa orang yang mereka sesatkan, yang tidak mengetahui sedikit pun (bahwa mereka disesatkan).” (QS. an-Nahl: 25).

Bagaimana kita bertaubat dari kesalahan yang telah kita lakukan?

Sebagaimana yang dijelaskan oleh ulama terkait dengan taubat dari dosa, maka ada hal yang harus dilakukan:

1. Meninggalkan dosa/kemaksiatan tersebut

2. Menyesal dengan apa yang dilakukan

Khusus perempuan, apakah kamu tahu Akademi Shalihah (AISHAH) Online?

3. Bertekat untuk tidak mengulanginya kembali

4. Dan bila berkaitan dengan hak manusia, maka ia harus meminta maaf atau mengembalikan haknya yang telah kita rampas/ambil.

Dengan 4 hal tersebut taubat terlaksana, insyaallah.

Lalu bagaimana untuk menghilangkan dampak negatif dari kejelekan yang telah kita lakukan, sehingga dosa tidak terus mengalir kepada kita setiap kejelekan orang dilakukan akibat dari ajaran/ajakan kita.

Yang kita lakukan adalah berusaha melakukan kebaikan dan menghapuskan jejak dosa yang pernah kita laku, bila memungkinkan kita hilangkan/musnahkan dengan memintanya kembali, maka silahkan dilakukan, namun bila hal tersebut tidak mungkin, karena sudah menjadi milik pihak lain, maka di coba untuk membuat tulisan tandingan untuk menyatakan bahwa terlepasnya/salahnya pendapat yang sebelumnya.

Dengan cara ini bila ada dampak negatif padahal kita telah menjelaskannya, maka kita berlepas diri dari semua hal yang telah dilakukan.

Bila juga tidak mungkin, berharap dengan taubatnya kita Allah memaafkan dari dosa dan kesalahan kita dalam kehidupan kita, walau efek negatif merajalela walau usaha menghalau telah kita lakukan.

Wallahu a`lam.

Silahkan menilat dan menambah penjelasa di ling berikut : https://bimbinganislam.com/hapuslah-jejak-dosa-jariyah-Anda/

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله
Jumat, 28 Muharram 1443 H/ 2 Agustus 2022 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik disini

Baca Juga:  Ibadah Tanpa Mengharap Surga?
Akademi Shalihah Menjadi Sebaik-baik Perhiasan Dunia Ads

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Related Articles

Back to top button