Artikelhot

33 Kitab Rujukan Untuk Menuntut Ilmu Agama dari Dasar

33 Kitab Rujukan Untuk Menuntut Ilmu Agama dari Dasar

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan: 33 Kitab Rujukan Untuk Menuntut Ilmu Agama dari Dasar. Selamat membaca.


Menuntut ilmu syar`i adalah bagian dari kewajiban syariat yang dibebankan kepada seorang hamba, kewajiban seorang hamba tidak hanya terbatas pada penunaian salat, puasa, zakat ataupun haji.

Ada kewajiban lain yang tak kalah penting, bahkan bisa dikatakan lebih penting dari semua yang disebutkan di atas, juga tidak berlebihan jika kita katakan bahwa ibadah ibadah tersebut tidaklah menjadi sah dilaksanakan melainkan harus didasari ilmu terlebih dahulu. Salat tidaklah sah kecuali kita mengetahui terlebih dahulu syarat, rukun, kewajiban dan pembatal-pembatalnya, begitu pula haji, puasa dan ibadah-ibadah lain.

Itu dalam ranah ibadah amaliah, terlebih lagi masalah aqidah dan keyakinan, kita juga wajib untuk mempelajari dan mengenal aqidah yang lurus, agar senantiasa di atas tauhid, jauh dari kesyirikan dan kekufuran. Kewajiban menuntut ilmu ini disampaikan oleh baginda Rasul yang mulia sallallahu alaihi wa sallam:

طلَبُ اْلعِلْمْ فَرِثْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu adalah kewajiban atas setiap individu muslim”. (HR Ibnu Majah).

Atas dasar tersebut, maka selayaknya bagi seorang muslim untuk tidak meremehkan perkara ini, karena dampak dari melalaikannya akan berdampak pada kualitas ibadah yang lainnya. Jika minim ilmu maka kualitas ibadah bisa buruk, jika banyak ilmu in sya Allah ibadah kita menjadi lebih baik.

Pada kesempatan ini, kami ingin sedikit menyampaikan dan memberi pengarahan bagi siapa saja yang hendak fokus dan serius menuntut ilmu agama, agar apa yang ia cari bisa didapatkan dengan semaksimal mungkin.

Berikut ini ada beberapa gambaran buku-buku atau kurikulum yang bisa mulai untuk dipelajari bagi penuntut ilmu pemula, kami hadirkan gambaran setiap kitab dari berbagai disiplin ilmu yang ada, yang mana info ini kami dapatkan dari arahan para ulama Islam dari berbagai sumber, dan juga pengalaman pribadi kami. Arahan ini sifatnya nisbi, dan bukan acuan baku, bisa jadi ada pendapat yang berbeda, namun secara global in sya Allah jika ada perbedaan tidak akan terlalu signifikan.

1. Al-Quran

Yang pertama paling urgent bagi penuntut ilmu adalah menghafal ayat-ayat al-Quran terlebih dahulu, perhatian dengannya.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz mengatakan:

أعظم كتابٍ، وأشرف كتابٍ، وأصدق كتابٍ أنصح به كلَّ طالب علمٍ: العناية بالقرآن، والإقبال عليه

“Kitab teragung, paling mulia dan paling benar, saya nasihatkan pada setiap penuntut ilmu adalah: perhatian dengan al-Quran, menuju pada al-Quran”.

Baca Juga:

2. Bahasa Arab

Dalam disiplin ilmu bahasa Arab secara umum, kami sarankan belajar dengan kitab ABY (al-Arabiyyah baina Yadaik), atau DLA (Durusu al-Lughoh al-Arobiyyah) yang menjadi kurikulum persiapan bahasa di Universitas Islam Madinah, atau menggunakan ALN (al-Arabiyyah li al-Nasyiin), atau juga bisa memakai kitab Silsilatu Ta’lim al-Lughoh al-Arabiyyah yang dipakai di LIPIA Jakarta.

Rujukan kitab belajar kosa kata bahasa Arab:

  • Al-Arabiyyah baina Yadaik
  • Durusu al-Lughoh al-Arobiyyah
  • Al-Arabiyyah li al-Nasyiin
  • Silsilatu Ta’lim al-Lughoh al-Arabiyyah

Baca juga:

3. Ilmu Nahwu

Jika sudah memiliki bekal bahasa Arab, banyak menguasai kosa kata, setelahnya Anda akan belajar gramatikal bahasa Arab. Untuk lingkup keindonesiaan, saya sarankan pertama belajar nahwu dengan al-Muyassar fi Ilmi al-Nahwi oleh Kyai Aceng Zakaria, setelah selesai bisa berlanjut ke al-Aajurromiyah, setelah itu bisa ke kitab Mulakkhos Qawaid al-Arabiyyah oleh Ustadz Fuad Ni’mah, kemudian silakan bisa ke Syarah Alfiah ibnu Malik oleh Ibnu Aqil.

Rujukan kitab menuntut ilmu nahwu:

  • al-Muyassar fi Ilmi al-Nahwi oleh Kyai Aceng Zakaria
  • al-Aajurromiyah
  • Mulakkhos Qawaid al-Arabiyyah oleh Ustadz Fuad Ni’mah
  • Syarah Alfiah ibnu Malik oleh Ibnu Aqil

4. Ilmu Tauhid & Aqidah

Silakan memulai dengan kitab Tsalatsatu al-Ushul, al-Qawaid al-Arba, Kasyfu al-Syubuhat, Kitab Tauhid, kesemuanya oleh Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab, boleh setelahnya berlanjut ke al-Aqidah al-Wasitiyyah oleh ibnu Taimiyyah, kemudian ke Syarah al-Aqidah al-Tahawiyah oleh Ibnu Abil Izz al-Hanafi.

Rujukan kitab menuntut ilmu tauhid dan aqidah:

  • Tsalatsatu al-Ushul oleh Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab
  • al-Qawaid al-Arba oleh Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab
  • Kasyfu al-Syubuhat oleh Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab
  • Kitab Tauhid oleh Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab
  • al-Aqidah al-Wasitiyyah oleh ibnu Taimiyyah
  • Syarah al-Aqidah al-Tahawiyah oleh Ibnu Abil Izz al-Hanafi

5. Ilmu Fiqih

Adapun dalam masalah fiqih, maka yang afdol adalah seorang memulai belajar dengan madzhab fiqih yang mayoritas tersebar di wilayahnya, tujuannya adalah untuk lebih mempermudah mencari guru, mempermudah dalam berdakwah di masyarakat, dan juga lebih meminimalisir adanya gesekan fiqih di masa datang, ini sebagaimana yang dikisahkan oleh Ibnu Taimiyyah tentang Abu Ya’la yang menjelaskan urgensi mempelajari madzhab fiqih yang tersebar di daerah tempat tinggal si penuntut ilmu, lihat: al-Mustadrak ‘ala Majmu’ Fatawa juz:2 hal:274.

Jika Anda di wilayah yang banyak tersebar Madzhab Syafii, silakan belajar memulai dari kitab Safinatu al-Naja, atau boleh juga Matan al-Ghayah wa al-Taqrib, kemudian ke syarah ringkasnya yaitu Fathu al-Qarib al-Mujib, kemudian boleh setelahnya lanjut Umdatu al-Salik wa Uddatu al-Nasik oleh Ahmad Naqib al-Mishri, dan seterusnya bisa dilanjut dengan kitab Minhaju al-Talibin oleh al-Nawawy.

Rujukan kitab menuntut ilmu Fikih Madzhab Syafi’i:

  • Safinatu al-Naja
  • Matan al-Ghayah wa al-Taqrib
  • Fathu al-Qarib al-Mujib
  • Umdatu al-Salik wa Uddatu al-Nasik oleh Ahmad Naqib al-Mishri
  • Minhaju al-Talibin oleh al-Nawawy

Jika Anda di wilayah yang banyak tersebar Madzhab Hanbali, bisa Anda memulai dengan kitab Bidayatu al-Abid wa Kifayatu al-Zahid, selanjutnya boleh dilanjut dengan Umdatu al-Tolib Linaili al-Maarib oleh syaikh Manshur al-Buhuty, kemudian bisa dilanjutkan dengan kitab Hidayatu al-Raghib syarah Umdatu al-Tolib.

Rujukan kitab menuntut ilmu Fikih Madzhab Hanbali:

  • Bidayatu al-Abid wa Kifayatu al-Zahid
  • Umdatu al-Tolib Linaili al-Maarib oleh syaikh Manshur al-Buhuty
  • Hidayatu al-Raghib syarah Umdatu al-Tolib

6. Ilmu Hadist

Silakan memulai mempelajari dan menghafal al-Arbaun al-Nawawiyah, setelahnya silakan lanjut ke hadist-hadist hukum di Umdatu al-Ahkam oleh al-Hafidz Abdul Ghani al-Maqdisi, atau setelahnya Bulughu al-Maram oleh Ibnu Hajar al-Asqalani.

Rujukan kitab menuntut ilmu hadist:

  • Umdatu al-Ahkam oleh al-Hafidz Abdul Ghani al-Maqdisi
  • Bulughu al-Maram oleh Ibnu Hajar al-Asqalani

7. Ilmu Mustolah Hadist

Silakan Anda memulai belajar matan Mandzumah al-Baiquniyyah, kemudian dilanjut dengan Nukhbatu al-Fikar oleh Ibnu Hajar, dan setelahnya dilanjut dengan syarahnya yakni Nuzhatu al-Nadzor, juga oleh Ibnu Hajar al-Asqalani.

Rujukan kitab menuntut ilmu mustolah hadist:

  • Nukhbatu al-Fikar oleh Ibnu Hajar
  • Nuzhatu al-Nadzor oleh Ibnu Hajar

8. Ilmu Ushul Fiqh

Sebagai ilmu alat untuk membantu mengetahui cara penyimpulan hukum dan mengetahui mana yang kuat dari pendapat ulama, perlu belajar ilmu ini, adapun kitab yang bisa dipelajari yang pertama adalah al-Waraqat oleh al-Juwaini, atau al-Ushul min Ilmi al-Ushul oleh Muhammad ibn Solih al-Utsaimin, kemudian bisa dilanjut Taisir Ilmi Ushul Fiqh oleh Abdullah Yusuf al-Judai’, atau Ushul Fiqh Alladzi La Yasa’u al-Faqiih Jahluhu oleh Iyadh ibn Namy al-Sullamy.

Rujukan kitab menuntut ilmu uhsul fiqh:

  • al-Waraqat oleh al-Juwaini
  • al-Ushul min Ilmi al-Ushul oleh Muhammad ibn Solih al-Utsaimin
  • Taisir Ilmi Ushul Fiqh oleh Abdullah Yusuf al-Judai’
  • Ushul Fiqh Alladzi La Yasa’u al-Faqiih Jahluhu oleh Iyadh ibn Namy al-Sullamy

9. Siroh Nabawiyah

Bisa kita memulai dengan al-Urjuzah al-Miiyah Fi Dzikri Hali Asyrafi al-Bariyyah oleh Ibnu Abi al-Izz al-Hanafi kemudian dengan syarahnya oleh syaikh Abdurrazzaq al-Badr, atau juga bisa syarahnya al-Furtuhat al-Rahmaniyyah oleh syaikh Walid ibn Idriss al-Manisi, kemudian bisa setelahnya lanjut ke al-Rahiiqu al-Makhtum oleh Sofiyyu al-Rahman al-Mubarakfury.

Rujukan kitab menuntut ilmu sirah nabawiyah:

  • al-Urjuzah al-Miiyah Fi Dzikri Hali Asyrafi al-Bariyyah oleh Ibnu Abi al-Izz al-Hanafi dan syarah-syarahnya.
  • al-Rahiiqu al-Makhtum oleh Sofiyyu al-Rahman al-Mubarakfury

Nah, itu mungkin sekilas gambaran buku apa saja yang bisa dipelajari oleh penuntut ilmu pemula untuk membangun pondasi keilmuan. Susunan kitab dan urutan bisa jadi akan berbeda antara arahan satu ustadz dengan yang lainnya, maka Anda mintalah arahan kepada guru yang ada di tempat Anda. Dan tidak kalah pentingnya, ketika memilih guru, pilihlah guru yang kompeten dan baik sisi aqidah dan pemahamannya, Imam Ibnu Sirin mengatakan:

Dengarlah nasihat Imam Ibnu Sirin rahimahullah :

إنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِيْنٌ فَانْظُرُوْا عَمَّنْ تَأْخُذُوْنَ دِيْنَكُمْ

Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka perhatikanlah kepada siapa kalian mengambil agama kalian.” (Shahih Muslim, 1/7).

Semoga Allah beri kesuksesan dan taufiq pada kita dalam menuntut ilmu agama, bermanfaat bagi pribadi, keluarga, kaum muslimin dan agama islam, aamiin.

Demikian, Wallahu a’lam.

Diambil dari beberapa referensi berikut:

  1. https://www.islamweb.net/ar/fatwa/2410/%D9%83%D8%AA%D8%A8-%D9%8A%D9%88%D8%B5%D9%89-%D8%B7%D8%A7%D9%84%D8%A8-%D8%A7%D9%84%D8%B9%D9%84%D9%85-%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%A8%D8%AA%D8%AF%D8%A6-%D8%A8%D9%82%D8%B1%D8%A7%D8%A1%D8%AA%D9%87%D8%A7
  2. https://islamqa.info/ar/answers/230969/%D9%83%D9%8A%D9%81%D9%8A%D8%A9-%D8%A8%D8%AF%D8%A7%D9%8A%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%B3%D9%84%D9%85-%D9%84%D8%B7%D9%84%D8%A8-%D8%A7%D9%84%D8%B9%D9%84%D9%85
  3. https://islamqa.info/ar/answers/153227/%D9%83%D9%8A%D9%81-%D8%A7%D8%A8%D8%AF%D8%A7-%D9%81%D9%8A-%D8%B7%D9%84%D8%A8-%D8%B9%D9%84%D9%85-%D8%A7%D9%84%D8%AD%D8%AF%D9%8A%D8%AB
  4. https://binbaz.org.sa/fatwas/20842/%D9%85%D8%A7-%D8%A7%D9%84%D9%83%D8%AA%D8%A8-%D8%A7%D9%84%D8%AA%D9%8A-%D9%8A%D9%86%D8%B5%D8%AD-%D8%A8%D9%87%D8%A7-%D8%B7%D8%A7%D9%84%D8%A8-%D8%A7%D9%84%D8%B9%D9%84%D9%85-%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%A8%D8%AA%D8%AF%D9%89?__cf_chl_managed_tk__=pmd_LOSG_cWV6oVMJ.6KHNifLhWZrPnyLIvVPHabBlDE56c-1633925729-0-gqNtZGzNA_ujcnBszQi9
  5. https://www.islamweb.net/ar/fatwa/319198/%D9%86%D8%B5%D9%8A%D8%AD%D8%A9-%D9%84%D8%B7%D8%A7%D9%84%D8%A8-%D8%B9%D9%84%D9%85-%D8%A7%D9%84%D9%81%D9%82%D9%87

Baca juga: Cara Belajar Islam: Kiat Sukses Memahami Ilmu (Bagian 1)

Disusun oleh:
Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله

Selasa, 5 Rabiul Awal 1443 H/ 12 Oktober 2021 M



Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Beliau adalah Alumnus S1 Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan S2 Hukum Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله klik disini

Baca Juga :  Bukan Cinta Biasa

USTADZ SETIAWAN TUGIYONO, Lc., M.HI

Beliau adalah Alumni D2 Mahad Aly bin Abi Thalib Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Bahasa Arab 2010 - 2012 , S1 LIPIA Jakarta Syariah 2012 - 2017, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2018 - 2020 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah, Dauroh Masyayikh Ummul Quro Mekkah di PP Riyadush-shalihin Banten, Daurah Syaikh Ali Hasan Al-Halaby, Syaikh Musa Alu Nasr, Syaikh Ziyad, Dauroh-dauroh lain dengan beberapa masyayikh yaman dll | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Belajar bersama dengan kawan-kawan di kampuz jalanan Bantul

Related Articles

Back to top button