Nikah

3 Tolok Ukur Mencari Jodoh Buat Perempuan

Pendaftaran Grup WA Madeenah

3 tolok Ukur Mencari Jodoh Buat Perempuan

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang 3 tolok Ukur Mencari Jodoh Buat Perempuan. selamat membaca.

Pertanyaan:

Bismillaah… Assalamu’alaikum ustadz… Saya seorang perempuan sudah menikah dan memiliki adik kandung perempuan yang belum menikah.

Bagaimanakah cara yang dapat saya lakukan sesuai tuntunan islam untuk menawarkan adik saya tersebut kepada seorang laki-laki sholeh agar dapat menerima adik saya menjadi istrinya? Syukron wa jazakallohu khoiron ustadz. Barokallohufiikum…

Ditanyakan oleh Sahabat AISHAH (Akademi Shalihah)


Jawaban:

Wa’alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh

Dalam mewujudkan pernikahan, islam tidak hanya mengajak mereka yang belum menikah untuk berusaha menikah, namun islam juga memotivasi yang lain untuk turut mensukseskan gerakan menikah.

Salah satunya adalah dengan mencarikan pasangan bagi mereka yang belum menikah, istilah sekarang mencarikan pasangan dan jodoh untuk orang lain.

Allah Ta’ala berfirman,

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Nikahkahlah orang yang bujangan diantara kalian serta orang baik dari budak kalian yang laki-laki maupun perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan karunia-Nya. Allah Maha Luas dan Maha Mengetahui.” (QS. An-Nur: 32).

Ayat ini berisi perintah bagi para wali, para tuan budak, untuk berupaya menikahkan setiap orang yang berada di bawah kekuasaannya. Seperti bapak, wali anak yatim, dst.

Di saat yang sama, Allah ‘Azza wa Jalla melarang keras para orang tua secara sengaja menghalangi putranya untuk menikah. Allah Ta’ala menyebutnya sebagai tindakan adhal yang itu termasuk kedzaliman. Allah berfirman,

فَلاَ تَعْضُلُوهُنَّ أَن يَنكِحْنَ أَزْوَاجَهُنَّ إِذَا تَرَاضَوْاْ بَيْنَهُم بِالْمَعْرُوفِ

Janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya, apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang ma’ruf. (QS. al-Baqarah: 232)

Oleh sebab itu, sebagai kakak perempuan yang sudah menikah, anda bisa meminta suami untuk berbicara pada ustadz atau buya, dan lainnya untuk bisa memberikan saran calon pelamar, atau minimal jika ada lelaki dengan kriteria;

  1. Baik akhlaknya, sopan dan santun.
    Akhlak itu buah dari agama yang baik. Semakin baik agama seseorang, semakin santun dan lemah lembutlah dia, tidak suka teriak, tidak suka mengumpat, apalagi keluar kata-kata binatang. Sehingga rumah tangga pun nyaman dan jauh dari KDRT, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda
    إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ، وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ
    “Sesungguhnya kelembutan menyertai sesuatu maka dia akan menghiasinya, dan tidaklah kelembutan itu dicabut dari sesuatu, melainkan akan semakin memperburuknya” (HR Muslim, no. 2594, dan lainnya).
  2. Terlihat punya tanggung jawab, nafkah lahir dan batin. Cirinya suka membantu keluarga, kerabat dan mau bekerja (ingat, tidak harus kaya dulu)
    Ini merupakan pengamalan dari perintah Allah untuk semua suami
    وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ
    ”Pergaulilah istri-istrimu dengan cara yang baik” (QS An-Nisa’ 19)
    Sebagian suami terkadang lebih memprioritaskan kebutuhan pribadinya dan tidak perhatian dengan keluarganya. Mayoritas penghasilannya untuk hobby, sementara kebutuhan keluarga ditanggung oleh istrinya.
    Mayoritas waktunya untuk teman-temannya, sementara family time menjadi momen langka yang sering disepelekan. Suami mau bekerja adalah modal utama, dan syarat penghasilan harus jauh dari syubhat dan pendapatan yang tidak halal.
  3. Suami melaksanakan shalat wajib 5 waktu dan memperhatikannya dengan baik.
    Shalat wajib merupakan tolok ukur agama seseorang, jika calon suami mudah meninggalkan sholat, maka pasti akan mudah meninggalkan aturan agama yang lain. Terlebih shalat menjadi pembeda kesyirikan dan kekufuran, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda
    إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلَاةِ
    “Sesungguhnya pembatas antara seseorang dengan kesyirikan atau kekufuran adalah meninggalkan sholat” (HR Muslim, no. 82).
    Bila suami anda mendapatkan lelaki dengan 3 ciri di atas, maka bolehlah mengajukan lamaran terlebih dahulu. Jika calon istri shalehah, maka mudah-mudahan, Allah Yang Mahapemurah mendatangkan jodoh terbaik untuknya.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. 
حفظه الله
Selasa, 27 Sya’ban1444H / 20 Februari 2023 M


Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button