Keutamaan Membaca Dua Ayat Terakhir Surat Al-Baqarah

Al-Quran kesemuanya datang dari Allah ta’ala, kesemuanya adalah mukjizat yang agung, namun walau demikian, Allah menjadikan kekhususan untuk sebagian ayat dalam al-Quran mempunyai fadhilah yang tidak dimiliki ayat yang lain. Ini adalah hal yang normal, Allah mempunyai hak untuk menjadikan sebagian hal mempunyai kekhususan daripada yang lain, sebagaimana Allah jadikan lailatul qadar lebih baik dari seribu bulan, atau Allah menjadikan nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam lebih afdol daripada nabi-nabi lainnya, atau sebagaimana Allah jadikan malaikat jibril alaihis salam lebih tinggi derajatnya daripada malaikat yang lain, dan seterusnya.

Bacaan Surat Al Baqarah Ayat Terakhir (Text Arab, dan Terjemahannya)

اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ ۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ – ٢٨٥

Artinya : Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Dan mereka berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali.”

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ ࣖ – ٢٨٦

Artinya : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”

Baca Juga:  BERPEGANG TEGUH PADA AJARAN ISLAM MESKIPUN DIANGGAP KUNO

Allah menjadikan sebagian ayat dalam al-Quran mempunyai keutamaan

Allah menjadikan sebagian ayat dalam al-Quran mempunyai keutamaan khusus yang tidak dimiliki ayat yang lain, ayat yang dimaksud dalam tema pembahasan kali ini adalah dua ayat terakhir di surat al-Baqarah, dua ayat yang dimaksud adalah dimulai dari ayat:

ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلْمُؤْمِنُونَ

“Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman…..dan seterusnya”. al-Baqarah: 285

Sampai ayat:

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya….dan seterusnya”. al-Baqarah: 286

Manfaat Membaca Al Baqarah 2 Ayat Terakhir di Malam Hari 

Imam al-Bukhary meriwayatkan sebuah hadist dari Abu Mas’ud al-Badri rodiyallahu anhu dia berkata, bahwa Rasul sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

الآيَتَانِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ البَقَرَةِ، مَنْ قَرَأَهُمَا فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

“Ada dua ayat di akhir surat al-Baqarah barangsiapa yang membaca keduanya di malam hari, keduanya telah mencukupinya”. Bukhari no 4008

Hadist ini menunjukkan jawami’ kalim (singkat padat namun memiliki makna luas) dari sabda Nabi sallallahu alaihi wa sallam, makna dari lafadz كفتاه keduanya telah mencukupi yang ada dalam hadist mempunyai banyak kemungkinan makna sebagimana yang disebutkan oleh para ulama:

Baca Juga:  Bukan Cinta Biasa

واختلف أهل العلم في معنى (كفتاه) هل هي كفاية من الشر، أو كفاية من العذاب، أو كفاية من هواجس الشيطان في أثناء نومه
وقيل: كفتاه من قيام الليل، وقيل: كفتاه من عمل الطاعة؛ لأنها أعظم طاعة، وقيل: كفتاه ثواباً، يعني: من أثيب بقراءة هاتين الآيتين كان في غنى لمزيد ثواب هاتين الآيتين إلى غير ذلك من أقوالهم رحمهم الله تعالى

“Ulama bersilang pendapat pada makna كفتاه apakah maknanya mencukupkan pembacanya dari keburukan, ataukah dari adzab yang akan menimpa, ataukah dari bisikan dan besitan syaiton di tengah tidurnya. Juga dikatakan dalam pendapat yang lain: maknanya adalah mencukupkan bagi pembacanya menunaikan qiyam lail, atau mencukupkan dari mengamalkan ketaatan karena hal tersebut termasuk ketaatan yang paling agung, ada pula yang mengatakan bahwa pahala dari bacaan dua ayat ini mencukupinya dalam hal ganjaran”. Syarah Sohih Muslim oleh Abu al-Asybal Hasan al-Zuhairy, juz:49 hal: 14 (syamilah).

Setan Tidak Berani Mendekat Ketika Membaca 2 Ayat Akhir Al-Baqarah di Rumah Selama 3 Malam

Dari beberapa tafsiran makna yang disampaikan oleh ulama, semuanya memungkinkan, dan bisa jadi justru makna yang terkandung lebih dari itu, karena memang dua ayat tersebut adalah ayat yang mempunyai kekhususan, kita dapati penyebutan keutamaannya dalam beberapa hadist yang lain diantaranya:

إنَّ اللَّهَ كتبَ كتابًا قبلَ أن يخلُقَ السَّماواتِ والأرضَ بألفي عامٍ أنزلَ منهُ آيتينِ ختمَ بِهما سورةَ البقرةِ ولا يقرآنِ في دارٍ ثلاثَ ليالٍ فيقربُها شيطانٌ

“Sesungguhnya Allah ta’ala menulis sebuah kitab dua ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi, Allah menurunkan darinya dua ayat yang menjadi penutup surat al-Baqarah, dan tidaklah keduanya dibaca di suatu rumah selama tiga malam melainkan syaiton tidak akan berani mendekatinya”. Sohih Tirmidzi oleh al-Albany no:2882

Baca Juga:  Apakah Air Mani atau Sperma Najis?

Ayat Akhir Dari Surat Al-Baqarah, Sebuah Harta Simpanan di Bawah Arsy

Dalam hadist yang lain disebutkan bahwa Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

فُضِّلْنا على الناسِ بثلاثٍ جُعِلَت لَنا الأرضُ كلُّها مَسْجِدًا وجُعِلَتْ تُرْبَتُها لَنا طَهورًا وجُعِلَتْ صُفُوفُنا كَصُفُوفِ الملائكةِ وأُوتِيتُ هؤلاءِ الآياتِ آخِرَ سورةِ البَقَرَةِ من كَنْزٍ تَحْتَ العرشِ لمْ يُعْطَ أحدٌ مِنْهُ قَبلي ولا يُعْطَى مِنْهُ أحدٌ بَعْدِي

“Kami diberikan keutamaan oleh Allah dengan tiga perkara, pertama: dijadikan seluruh permukaan bumi sebagai masjid (boleh untuk solat),kedua: dijadikan tanah/debunya suci dan media bersuci,ketiga: saf-saf kami dijadikan seperti saf para malaikat, dan aku diberikan ayat-ayat diantaranya akhir dari surat al-Baqarah, sebuah harta simpanan di bawah arsy, yang tidak diberikan kepada seorangpun sebelumku ataupun setelahku”. al-Kafi al-Syafi oleh Ibnu Hajar al-Asqalani no: 43

Itulah beberapa kutipan hadist yang menerangkan fadhilah dan keutamaan dari dua ayat terakhir surat al-Baqarah, apakah setelah mengetahui begitu besarnya keutamaan yang disampaikan kita masih enggan untuk membacanya di setiap malam? Padahal kalau kita hitung waktu yang dibutuhkan untuk membacanya, mungkin hanya membutuhkan waktu kurang dari tiga menit.

Semoga menambah faidah, wallahu a’lam

Disusun oleh:
Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله



Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Beliau adalah Alumnus S1 Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan S2 Hukum Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله 
klik disini